“Love and Peace Are Eternal” –Hippies

Perang Vietnam pada 1955-1975 sangatlah berdampak besar bagi pola pikir masyarakat Amerika pada saat itu. Salah satu dampaknya merupakan munculnya salah satu gerakan anti perang yang muncul di Amerika pada awal 1960 yang biasa disebut “Hippies”. Gerakan ini merupakan gerakan protes terhadap pemerintahan Amerika pada saat memerangi Vietnam. Pada masa itu Vietnam menjadi target invasi untuk dikuasai Amerika demi kepentingan politik kapitalis. Atas dasar itu pemberontakan dan demonstrasi yang mengatas namakan anti perang mulai bermunculan, salah satunya adalah hippies.

 Etimologi dari “hippie” istilah adalah dari hipster, dan pada awalnya digunakan untuk menggambarkan pemberontakan terbuka kaum pemuda terhadap stagnasi/ tidak berkembangnya ideologis dan budaya pada saat itu. Kedua kata-kata “hip” dan “hep” berasal dari budaya Amerika, Afrika dan menunjukkan “kesadaran”. Hipies sebagai salah satu kaum minoritas pada saat itu, karena para pengikut komunitas ini tidak begitu banyak, akan tetapi, ia berusaha menyadarkan sebagian penduduk Amerika dengan cara yang unik. Bermula dari aksi longmarch sepanjang jalan Haight Ashburry dengan menyuarakan anti perperangan, membawa bunga, spanduk, plang, yang bertuliskan “love not war fight with flower, walk with us for peace vietnam, end the war in Indochina Vietnam now”, sambil membagikan bunga kepada orang di sepanjang jalan, sebagai bentuk simbol kedamaian dan penolakan atas perperangan.

Tujuannya menyuarakan gerakan damai, sadar lingkungan, dan penolakan akan materialisme barat, akhirnya gerakan ini banyak dilirik beberapa kaum muda pada saat itu, sehingga mereka menciptakan sifat kontra budaya, dan berusaha mengubah budaya mapan di masyarakat materalistik di sekitar mereka dengan budaya longgar seperti yang mereka inginkan sebagai sikap reaksi. Kaum hippies juga memberikan dampak positif bagi perkembangan generasi anak muda. Saat itu, orang lebih bisa menikmati hidupnya dengan santai, lebih toleran, kemunculan akan budaya vegetarian hingga tren musik dan pakaian yang masih populer hingga kini. Ciri-ciri yang khas dari kaum hippies yaitu mereka memakai pakaian warna nyentrik. Aksesoris yang digunakan pun juga berbeda, biasanya mereka menggunakan semacam headband, piercing, serta kalung dan gelang “peace” sebagai symbol dari hippies. Di samping ungkapan dan simbol dalam pakaian mereka yang unik, terlihat juga dalam karya seni dan musik yang mereka hasilkan.

        Jika disamakan dengan kultur punk yang mulai muncul pada tahun 1975. Gaya hidup dan pola pikir para pendahulu kaum punk dan hippies mirip dengan para pendahulu gerakan seni avant-garde, yaitu dandanan nyeleneh, membiaskan antara idealisme seni dan kenyataan hidup, memprovokasi audiens secara terang-terangan, dan mereorganisasi (atau mendisorganisasi) secara drastis atas kemapanan gaya hidup. Tetapi punk dan hippies memiliki perbedaan bentuk protes yang sangat berbeda. Jika hippies merubah hidupnya dengan santai dan lebih toleran, sedangkan punk berusaha menyindir para penguasa dengan lagu-lagu dengan musik dan lirik yang sederhana namun terkadang kasar, beat yang cepat dan menghentak.

"Jimi Hendrix is ​​one of the top musicians campaigning anti-war songs in the United States"



Comments