Sejarah Band Punk "Bad Religion"
Pada artikel blog saya kali ini akan membahas tentang Sejarah terlahirnya band Punk "Bad Religion". Alasan saya membahas band ini karena salah satu personel band ini sekaligus pionernya adalah seseorang yang berpendidikan dan mempunyai gelar yang cukup bergengsi. Menarik saya bahas karena Punk identik dengan sesuatu yang Rebel dan memberontak, tetapi tidak pada band ini. Band ini justru mengkolaborasikan antara "pendidikan" yang mereka dapat, dan menggabungkannya dengan isu-isu politik dan agama di dalam lirik lagu yang mereka ciptakan. Penasaran dengan sejarah dari band Agama Buruk ini? Silahkan dibaca artikel dibawah ini....Selamat membaca "Hey Ho, Let's Go".
BAD RELIGION adalah Band Punk yang dibentuk pada 1980 di California Selatan dengan line up Gregg Graffin (vokal), Jay Bentley (bass/ backing vocals), Jay Ziskrout (drum), dan Brett Gurewitz (gitar/ backing vocals). Brett juga menjadi manajer band dan memiliki label bernama Epitaph Records yang sekaligus merilis EP pertama Bad Religion pada 1981. Kemudian pada 1982 mereka merilis album lengkap bertitel “How Could Hell Any Worse?”. Sayangnya, di tengah penggarapan album Jay Ziskrout ini mengundurkan diri dan posisinya oleh Peter Finestone.
Para personel ini cukup berpendidikan. Gregg Graffin, pentolan Bad Religion, adalah penyandang gelar di bidang geologi dari University of California in Los Angeles (UCLA) dan gelar Ph.D dalam bidang zoologi dari Universitas Cornell. Disertasi karya Graffin adalah sebuah studi yang luas tentang ilmu pengetahuan yang dititik beratkan pada Teori Darwin yang kontroversial karena berkaitan dengan masalah ketuhanan dan agama dan bagaimana teori tersebut memengaruhi cara berpikir pada seseorang. Disertasi ini dipublikasikan dan didedikasikan untuk para fans Bad Religion.
Bad Religion berhasil menjadi band yang berpengaruh karena mereka memainkan lagu-lagu Punk dengan beat cepat namun melodius. Lirik-lirik mereka juga berkisar pada masalah-masalah sosial, politik, dan agama. Struktur kalimat-kalimat dalam lirik mereka variatif dan elaboratif. Bahkan mereka madukannya dengan gaya bahasa yang puitis dan kata yang bisa masuk orang Amerika untuk membuka kamus.
Pada 1983, Bad Religion merilis album “Into the Unknown”. Sebuah album yang pada awalnya tidak begitu populer dan agak dibenci oleh para penggemarnya karena menganggap terlalu eksperimental dengan dominasi penggunaan keyboard. Akibatnya, para pengamat musik menyebut Bad Religion sebagai band psyche delic rock, bukan band Punk. Walaupun album ini awalnya hanya menjadi bahan kritik untuk penggemar, namun sekarang album tersebut justru dicari oleh para kolektor. Apalagi versi bajakan dari album tersebut banyak diambil karena versi orisinalnya dulu dirilis dalam jumlah yang sedikit.
Pada 1984, Greg Hetson dari Circle Jerks menggantikan posisi Brett. Bad Religion lalu merilis EP Back to the Unknown. Album lama ini mengalahkan lagu mereka lebih lambat. Akibatnya, Agama Buruk seperti Kehilangan jati diri dan sempat vakum jika tidak disebut bubar.
Pada tahun 1986 para personel Bad Religion bersatu kembali dan merilis album suffer. Mereka kembali ke format musik punk seperti masa awal. Album inilah yabg menjadi titik balik kebangkitan Bad Religion dan fanzine Punk Maximum Rock N 'Roll menyebutnya sebagai album terbaik dari Gregg Graffin dkk. Album ini mengingatkan para fans pada Bad Religion di awal-awal pemesanannya yang memainkan lagu-lagu dengan beat cepat, distorsi yang menghentak, lirik yang keras, dan vokal yang melodius. Album Suffer juga menjadi pemicu berkembangnya budaya dan subkultur Punk di Southern California karena menjadi genre wajib diikuti oleh hampir semua Punk dari Southern California seperti Rancid, Offspring, dan lain-lain.
Bad Religion kemudian merilis album-album “No Control” (1989), “Against The Grain” (1990), dan “Generator” (1992). Semua rilisan tersebut mendapat predikat album rock terbaik dan semakin mendongkrak popularitas Bad Religion, khususnya di kawasan East Coast. Namun sebelum Album “Generator” dirilis, Peter Finestone mengundurkan diri untuk lebih memfokuskan diri pada bandnya yang lain yaitu The Fishermen, dan posisinya mengacu oleh Bobby Schayer.
Pada tahun 1990an pula Bad Religion menarapkan gaya dan aransemen musik yang kian matang, bahkan perkembangan tren heavy metal serta rock progresif yang sedang berlangsung pada masa itu. Pada saat yang sama Bad Religion keluar dari Epitaph Records dan bergabung dengan Atlantic Records. Bersama label baru mereka merilis album lengkap ketujuh, “Recipe For Hate” (1993). Album ini sebenarnya lebih merupakan penjualan hak rilis album Epitaph Records kepada Atlantic Records.
Bad Religion merilis album Stranger Than Fiction pada 1994. Namun pergantian personel kembali terjadi ketika Brett mengundurkan sesudah rilis album tersebut. Brett disibukkan oleh Offspring yang pada saat itu menjadi band dengan penjualan kaset terbanak di kalangan underground. Pada saat yang sama muncil isu bahwa brett keluar dari bad relgion karena bertengkar dengan bassis Jay Bentley. Dia lalu membentuk band baru yang salah satu lagunya berjudul Hate You yang didedika- sikan untuk Jay. Banyak fans setia Agama Buruk yang menyesali hengkangnya Brett karena dia bersama Graffin adalah penulis lirik Punk rock yang sangat terkenal. Brett sendiri kemudian kunjungi Anaknya untuk masuk ke label utama.
Brett kemudian mencoba untuk memperbesar Epitaph Records. Kini label tersebut menjadi label indie terbesar di dunia yang menjadi rumah bagi band-band Punk rock, Hardcore, juga band-band rap dan hip-hop yang penuh bakat. Band-band Punk yang dibesarkan oleh Epitaph antara lain Rancid, NOFX, Offspring, Descendent, dan Millencolin. Sementara band-band baru yang penuh bakat di antara Sage Francis (hip-hop) dan The Higher (pop rock).
Sepeninggal Brett, Bad Religion terus berkarya dengan dimotori oleh Gregg Graffin. Mereka bahkan merekrut Brian Baker (eks Minor Threat). Melalui album The Grey Race (1996), mereka berhasil memecahkan para penggemar bahwa musik Bad Religion akan Kehilangan kualitas karena Brett. Album ini tetap menghentak dengan vokal yang melodius dan lirik yang kritis. Graffin menulis semua lírik lagu, sementara beberapa aransemen gitar adalah hasil bantuan Baker.
Sayangnya, dalam album-album berikutnya Graffin Kehilangan seperti sentuhannya. Para penggemar menganggap No Substance (1998) sebagai album "Bad Religion", padahal dalam album tersebut Graffin berusaha melibatkan para personel band lainnya dalam lagu. Tampak bahwa tanpa Brett, Graffin Kehilangan belahan jiwa yang bisa saling mendukung dalam membuat lagu-lagu Punk rock yang sejajar dengan karya-karya legendaris khas Bad Religion seperti Do What You Want, Along the way, dan american jesus.
Note : EP (Extended Play adalah rekaman yang mengandung lebih dari satu track atau singel tetapi terlalu pendek untuk menjadi album. Biasanya, sebuah EP memiliki 4-7 lagu).
Source : Rebel : 35 band Punk paling berpengaruh -Nando Baskara




Comments
Post a Comment